Sabtu, 24 April 2010

Memilih pasangan hidup dalam Islam

A. Kriteria Memilih Calon Istri

Dalam memilih calon istri, Islam telah memberikan beberapa petunjuk di antaranya :

1. Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.

Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)

Sehubungan dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)

Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya :

“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)

Sedang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

2. Hendaklah calon istri itu penyayang dan banyak anak.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda :

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Al Waduud berarti yang penyayang atau dapat juga berarti penuh kecintaan, dengan dia mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat laki-laki berkeinginan untuk menikahinya.

Sedang Al Mar’atul Waluud adalah perempuan yang banyak melahirkan anak. Dalam memilih wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang perlu diketahui :

a. Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari kehamilan. Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada para spesialis. Oleh karena itu seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang baik dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak, disamping dapat memikul beban rumah tangga juga dapat menunaikan kewajiban mendidik anak serta menjalankan tugas sebagai istri secara sempurna.

b. Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah menikah sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.

3. Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah.

Hal ini dimaksudkan untuk mencapai hikmah secara sempurna dan manfaat yang agung, di antara manfaat tersebut adalah memelihara keluarga dari hal-hal yang akan menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke dalam berbagai perselisihan, dan menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan. Pada waktu yang sama akan mengeratkan tali cinta kasih suami istri. Sebab gadis itu akan memberikan sepenuh kehalusan dan kelembutannya kepada lelaki yang pertama kali melindungi, menemui, dan mengenalinya. Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang kedua ia tidak mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya karena adanya perbedaan yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjelaskan sebagian hikmah menikahi seorang gadis :

Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”

4. Mengutamakan orang jauh (dari kekerabatan) dalam perkawinan.

Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat secara hereditas.

Sehingga anak tidak tumbuh besar dalam keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya.
Di samping itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat ikatan-ikatan sosial.

B. Kriteria Memilih Calon Suami

1. Islam.

Ini adalah kriteria yang sangat penting bagi seorang Muslimah dalam memilih calon suami sebab dengan Islamlah satu-satunya jalan yang menjadikan kita selamat dunia dan akhirat kelak.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)

2. Berilmu dan Baik Akhlaknya.

Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)

Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)

Laki-laki yang memilki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.

Jika dia merasa ada kekurangan pada diri si istri yang dia tidak sukai, maka dia segera mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu :

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)

Sehubungan dengan memilih calon suami untuk anak perempuan berdasarkan ketakwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki :

“Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”

Untuk dapat mengetahui agama dan akhlak calon suami, salah satunya mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan cara bertanya kepada orang-orang dekatnya, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara dekatnya.

Demikianlah ajaran Islam dalam memilih calon pasangan hidup. Betapa sempurnanya Islam dalam menuntun umat disetiap langkah amalannya dengan tuntunan yang baik agar selamat dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Wallahu A’lam Bis Shawab.

Sumber: http://gugundesign.wordpress.com/2009/03/18/kriteria-memilih-pasangan-hidup-menurut-islam/

Jumat, 26 Maret 2010

Mengapa Babi Haram dimakan??

Berikut point-point penting kenapa babi haram:

  • Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah: 173). Masih bnyak lagi ayat yg mengharamkan babi seperti : QS. Al Maa'idah (5) : 3 , QS. Al An `Aam (6) : 145 , QS. An Nahl (16) : 115 .
  • Dalam Islam dikenal prosedur khusus dalam penyembelihan hewan, yaitu menyebut nama Allah Yang MahaKuasa dan membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat danorgan organ lainnya utuh. Dengan cara ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya, sebab jika organ-organ misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging, mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid(asam urat), sehingga menjadikannya beracun. Sedangkan babi tidak punya leher bagaimana menyembelihnya?. Lalu sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.
  • Terdapat cacing pita dalam daging babi (makanya sangat bahaya) , cacing pita itu berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 - 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar)
  • Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus & kolon
  • Struktur gen babi itu mirip dengan struktur gen manusia. Jadi dapat dikatakan gen babi = gen manusia, jadi sama dengan kita memakan daging manusia (=kanibal)
  • Daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) , dan radang pada sendi-sendi
  • Babi adalah binatang yang paling jorok dan kotor, Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri & kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada pada tempat yang kotor, tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering. Babi hewan pemalas dan tidak suka bekerja (mencari pakan), tidak tahan terhadap sinar matahari, tidak gesit, tapi makannya rakus (lebih suka makan dan tidur), bahkan paling rakus di antara hewan jinak lainnya. Jika tambah umur, jadi makin malas & lemah (tidak berhasrat menerkam dan membela diri). Suka dengan sejenis dan tidak pencemburu. A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov (Buku : Adaptive physiology on mammals and birds). Ada pepatah mengatakan : “Bahwa seseorang itu berkelakuan sesuai dengan apa yang dimakannya.”

Kamis, 04 Maret 2010

Literatur Pemrograman Multimedia

Literatur tentang Pemprograman Multimedia

1. Sumber berupa Textbox

Judul : Membuat 5 Program Dahsyat Di Visual Basic 2005

Oleh Wardana

· http://books.google.co.id/books?id=Hxh-tjKFQHoC&pg=PR6&dq=pemprograman+multimedia&cd=1#v=onepage&q=pemprograman%20multimedia&f=false

Judul : Multimedia dalam pendidikan

Oleh Rozinah Jamaludin

· http://books.google.co.id/books?id=cPhA17jDRCUC&pg=PP13&dq=pemprograman+multimedia&cd=3#v=onepage&q=pemprograman%20multimedia&f=false

Judul : Reka bentuk perisian multimedia

Oleh Baharuddin Ari

· http://books.google.co.id/books?id=lE17W1Be4FwC&pg=PP1&dq=pemprograman+multimedia&cd=4#v=onepage&q=&f=false

Judul : analisis & desain aplikasi multimedia untuk pemasaran

Oleh m.suyanto (amikom yogyakarta)

· http://books.google.co.id/books?id=8sWWozWfGlMC&pg=PA244&dq=sistem+multimedia&cd=2#v=onepage&q=sistem%20multimedia&f=false

· media.diknas.go.id/media/document/5335.pdf

2. Sumber Berupa slide Presentasi (.ppt)

· inherent.brawijaya.ac.id/vlm/file.../Multimedia/MM-05-Authoring.ppt

· firdaus84.files.wordpress.com/2009/03/13-multimedia1.ppt

· www.ftsm.ukm.my/nma/BAB%207%20-%20TH2563.ppt

· msuyanto.com/nucleus/media/1/20071002-A&DMultimedia.ppt

· inherent.brawijaya.ac.id/vlm/file.../MM-02-Representasi_Data.ppt

· saylhendra.files.wordpress.com/2009/06/chapter-1.ppt

· kuliah.inf.uajy.ac.id/file.php/109/6-sound.ppt

· www.akademik.unsri.ac.id/download/.../GUI%20&%20Multimedia.ppt

3. Sumber berupa jurnal / proseding

· http://blank91.wordpress.com/2008/02/21/pengertian-multimedia/

· http://id.wikipedia.org/wiki/Multimedia

· http://ilmukomputer.org/2009/07/10/pengantar-multimedia-untuk-media-pembelajaran/

· http://re-searchengines.com/hidayat10608.html

· mukhlis.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/6644/mm4.pdf

· dosen.amikom.ac.id/.../Sistem%20Informasi%20Berbasis%20Multimedia.doc

4. Contoh Kasus

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS IPV6 UNTUK APLIKASI MULTIMEDIA

Kasus :

Keterbatasan IPv4 dalam jumlah berbagai teknik digunakan, seperti NAT, supaya jaringan luar dengan jalan “meminjam” IP global. Namun sayangnya ada beberapa aplikasi yang tidak bisa dilayani oleh NAT, sepertiaddress yang dimilikinya membuathost bisa terhubung denganvideo-conference, RTP/RTCP, dll.

Solusi:

Maka salah satu cara untuk mengatasinya masalah ini adalah dengan menggunakan IPv6. Kecenderungan peningkatan jumlah user menyebabkan IPv4 tidak mampu lagi untuk mengakomodasi jumlah pengalamatan yang terlalu banyak. Solusi dari keterbatasan ini adalah dengan menggunakan IPv6. IPv6 yang akan digunakan sebagai teknologi pengganti ini telah didesain dengan berbagai kelebihan dan sekaligus perbaikan untuk mengatasi berbagai kekurangan dari IPv4. Jumlah pengalamatan yang lebar, format efisien dan berbagai tambahan fitur lainnya membuat IPv6 ini sangat layak untuk diimplementasikan. Selain itu penggunaan IPv6 ke depan merupakan suatu keniscayaan, apalagi di generasi 3G. Pada tugas akhir ini, dilakukan implementasi dan analisa performansi jaringan berbasis pengalamatan IPv6 untuk aplikasi multimedia yang terdiri dari header yang lebih web service, video streaming hasil bahwa penggunaan IPv6, untuk jaringan di Ged. E, memberikan hasil yang lebih baik dibanding IPv4, salah satu contohnya adalah untuk ping IPv4 sebesar 0.452 ms dan IPv6 sebesar 0.17 ms. Perbandingan , dan video conference. Dari percobaan, didapatkandelay inteval terima paket throughput Sehingga dapat disimpulkan, penggunaan IPv6 mampu mempercepat pemrosesan paket di sisi yang dihasilkan IPv6 lebih tinggi 110% dibanding throughput IPv4.node.

Sumber :
http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?option=com_repository&Itemid=34&task=detail&nim=111020192

Selasa, 02 Maret 2010

Soft Computing

  • Soft Computing ialah istilah yang di terapkan pada bidang dalam ilmu computer yang dicirikan oleh penggunaan solusi eksak untuk tugas-tugas komputasi keras seperti NP-Lengkap , untuk solusi yang tepat tidak dapat diturunkan dalam waktu polynomial.
  • Soft Computing Merupakan metode yang dapat mengolah data-data yang bersifat tidak pasti, impresisi, dan dapat di implementasikan dengan biaya yang murah (low-cost-solution)
  • Definisi Soft Computing menurut Prof. Lotfi A. Zadeh .isinya “Berbeda dengan pendekatan Konvensional hardcomputing, soft computing dapat bekerja dengan baik walupun terdapat ketidakpastian, ketidakakuratan maupun kebenaran parsial pada data yang diolah. Hal inilah yang melatarbelakangi fenomena dimana kebanyakan metode soft computing mengambol human-mind sebagai model.”

Beberapa Metode yang termasuk Soft Computing:
 Fuzzy logic
 Artificial Neural Network
 Probabilistyc Reasoning
 Evolutionary Computation (EC)
 Swarm Intelegence
 Teori chaos
 Perceptron

Ciri khas dari softcomputing adalah penekanan pada partnership atau kerjasama yang saling menguntungkan dari berbagai metode yang ada. Tiap metode memiliki segi positif yang dapat disumbangkan secara komplementer, menutupi kekurangan dari metode yang lain. Contoh yang mencolok dari kombinasi yang sangat efektif adalah apa yang kemudian dikenal sebagai "sistem neurofuzzy."Sistem seperti ini menjadi semakin terlihat sebagai produk konsumen mulai dari AC dan mesin cuci untuk mesin fotokopi dan camcorder

Fuzzy Logic (FL)
Karakteristik Metode ini :
  1. pemecahan masalah dilakukan dengan menjelaskan sistem bukan lewat angka-angka, melainkan secara linguistik, atau variable-variable yang mengandung ketakpastian/ketidaktegasan.
  2. Pemakaian if-then rules untuk menjelaskan kaitan antara satu variable dengan yang lain.
  3. Menjelaskan sistem memakai algoritma fuzzy
Kelebihan Metode Fuzzy
  1. Dapat mengekspresikan konsep yang sulit untuk dirumuskan, seperti misalnya “suhu ruangan yang nyaman”
  2. Pemakaian membership-function memungkinkan fuzzy untuk melakukan observasi obyektif terhadap nilai-nilai yang subyektif. Selanjutnya membership-function ini dapat dikombinasikan untuk membuat pengungkapan konsep yang lebih jelas.
  3. Penerapan logika dalam pengambilan keputusan
Fuzzy memiliki wilayah aplikasi yang luas terutama dalam bidang kontrol, robotika, pattern recognition, sistem cerdas, dll

Neural Networks (NN)
Definisi Neural Network menurut Haykin : “Sebuah neural network (JST: Jaringan Saraf Tiruan) adalah prosesor yang terdistribusi paralel, terbuat dari unit-unit yang sederhana, dan memiliki kemampuan untuk menyimpan pengetahuan yang diperoleh secara eksperimental dan siap pakai untuk berbagai tujuan. Neural network ini meniru otak manusia dari sudut : 1) Pengetahuan diperoleh oleh network dari lingkungan, melalui suatu proses pembelajaran. 2) Kekuatan koneksi antar unit yang disebut synaptic weights, berfungsi untuk menyimpan pengetahuan yang telah diperoleh oleh jaringan tersebut.”

Sebuah neural network dapat dianalisa dari dua sisi:
• bagaimana neuron-neuron tersebut dirangkaikan dalam suatu jaringan (arsitektur)
• bagaimana jaringan tersebut dilatih agar memberikan output sesuai dengan yang dikehendaki (algoritma pembelajaran). Algoritma pembelajaran ini menentukan cara bagaimana nilai penguatan yang optimal diperoleh secara otomatis.

Berdasarkan arsitekturnya, neural network dapat dikategorikan, antara lain, single-layer neural network, multilayer neural network, recurrent neural network dsb. Berbagai algoritma pembelajaran antara lain Hebb’s law, Delta rule, Backpropagation algorithm, Self Organizing Feature Map, dsb.

Kelebihan Neural Network:
  1. Dapat memecahkan problema non-linear yang umum dijumpai di aplikasi
  2. Kemampuan memberikan jawaban terhadap pattern yang belum pernah dipelajari (generalization)
  3. Dapat secara otomatis mempelajari data numerik yang diajarkan pada jaringan tersebut

Neural Network memiliki aplikasi yang sangat luas di bidang pattern recognition, seperti voice recognition, character recognition maupun aplikasi-aplikasi pada bidang ekonomi, bisnis dan bioteknologi

Probabilistic Reasoning(PR) dan Genetic Algorithm(GA)
Reasoning berarti mengambil suatu keputusan atas suatu alasan atau sebab tertentu. Dua jenis reasoning adalah logical reasoning dan probabilistic reasoning. Salah satu kelebihan probabilistic reasoning dibandingkan logical reasoning terletak pada kemampuan untuk mengambil keputusan yang rasional, walaupun informasi yang diolah kurang lengkap atau mengandung unsur ketidakpastian. Termasuk dalam kategori PR antara lain teori Chaos, Belief Networks, Genetic Algorithm. Diskusi dalam makalah ini difokuskan pada salah satu metode dalam PR, yaitu Genetic Algorithm (GA).

Kelebihan Genetic Algorithm:
  1. GA memiliki kemampuan untuk mencari nilai optimal secara paralel, melalui proses kerjasama antara berbagai unit yang disebut kromosom individu.
  2. GA tidak memerlukan perhitungan matematika yang rumit seperti differensial yang diperlukan oleh algoritma optimisasi yang lain.

Kelemahan/ Keterbatasan GA :
  1. Tidak memiliki rumusan yang pasti, bagaimana mentransfer parameter permasalahan ke dalam kode genetik. Dengan kata lain, hal ini memerlukan pengalaman dan wawasan dari desainer.
  2. Banyak parameter yang perlu diset secara baik agar proses evolusi dalam GA berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
  3. Penentuan rumus menghitung fitness merupakan hal yang sangat penting dan mempengaruhi proses evolusi pada GA. Sayangnya tidak ada prosedur yang baku bagaimana menentukan rumus tsb. Dalam hal ini pengalaman dari desainer memegang peranan penting.
Aplikasi Genetic Algorithm dapat ditemukan di problem optimisasi seperti job-scheduling, optimisasi rute mobil, penentuan kandidat gen yang memiliki potensi kedokteran dan farmasi pada bidang bioinformatika


Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Soft_computing
asnugroho.net/papers/ikcsc.pdf
http://www.soft-computing.de/def.html

Kamis, 19 November 2009

TENSES

Tenses berhubungan dengan suatu masa di mana sebuah (kata) kerja itu tengah dilakukan. JHal itu bisa sedang, sudah, atau akan dilakukan. Maka dalam hal ini kita mengenal tiga bentuk tenses: Bentuk Present(kini), bentuk Past (lampau), dan bentuk Future (akan datang).V3


A. PAST TENSES (LAMPAU)

Tenses

Bentuk

Masa/waktu

Simple Past

S - V2

- Was / were

+ sifat / ket./ benda

Terjadi pada waktu lampau

Past Continous

S + was /were + V-ing

Sudah (sedang) dikerjakan pada waktu lampau

Past Perfect

S + had + V3

Sudah dilakukan pada waktu lampau sebelum kejadian yang lain.

Past perfect Continuous

S + had been + V-ing

Sudah dan masih dilakukan di waktu lampau.



1. Bentuk Simple Past


Menyatakan peristiwa atau kegiatan yang dikerjakan di waktu lampau, dan bentuknya bisa


S + V2 + sifat/ket./benda

Atau : S + was /were + sifat/ket./benda



Menggunakan keterangan waktu, antara lain: Yesterday, the day before yesterday, in 1973, previously, last…, as, when (+kalimat simple past juga), while (+kalimat past continues), atau …ago.

Sebagai Contoh:


He ate a piece of bread yesterday

S V2 Adverb Ket. Waktu


She slept when Andi went to school

S V2 Ket. Waktu (simple past)


She was studying when her father came

S V2



2. Bentuk Past Continuous:

Menyatakan peristiwa yang sedang terjadi di waktu lampau, dan bentuknya:

S + was/were + V-ing

Menggunakan keterangan waktu: as, when(+kalimat past continues), dan while (+ kalimat simple past juga), atau … ago. Bisa dilihat dalam contoh:


John was sleeping when I came

S was/were V-ing Ket.waktu(simple past)


John was writing while I was reading

S was/were V-ing Ket. Waktu (past continues)



3. Bentuk Past Perfect

Menyatakan peristiwa yang dimulai pada waktu lampau dan diselesaikan pada waktu lampau, dengan bentuk: S + had + V3

Keterangan waktu antara lain menggunakan: when, after, before, for … when/after/before, until (semuanya + Simple Past), atau bisa juga tidak menggunakan keterangan waktu.

Dan susunan itu, tidak mesti:


Past Perfect (S + had V3 ) + when ,after, dst-nya. Tapi juga:

After + Past perfect ( S + had V3 ) + Simple Past

Atau

Simple past + only After + Past perfect ( S + had V3 )


Sebagai contoh:


We had arrived before our teacher came

S had V3 Ket.waktu (simple past)


After he had written a letter , he slept

S had V3 Ket. Waktu (simple past)


She had stood for two hours when she fell

S had V3 Ket. Waktu



4. Bentuk Past Perfect Continuous

Menyatakan kejadian atau kegiatan yang masih dikerjakan di waktu lampau, dengan bentuk :

S + had been + V-ing

Keterangan waktu hamper sama dengan Past Perfect, antara lain menggunakan : for … before, after, before, until (semuanya + Simple Past).

Sebagai contoh:


We had been studying before our teacher came

S had been V-ing Ket. Waktu (simple past)


I had been standing for two hours when she fell

S had been V+ing Ket waktu